Tim Mawar, Java Traditional Baloon Festival, Australia Terbuka, Mudik Gratis

65

I’ve been hearing “Mawar” all day yesterday. Is it Valentine’s Day yet?


Catch me up! on this

Bukan, bukan hari Valentine. Mawar yang kamu denger kamarin itu maksudnya adalah Tim Mawar, yang merupakan tim elit Kopassus (Hello, Pak Prabowo), yang terlibat dalam kasus penculikan aktivis di tahun 1998. Nama mereka muncul lagi akhir-akhir ini, thanks to Majalah Tempo, yang menulis tentang dugaan keterlibatan Tim Mawar pada kerusuhan 22 Mei kemarin, bertepatan dengan pengumuman pemenang Pilpres 2019 oleh KPU.
Tim Mawar, 22 Mei, Pilpres. I’m Puzzled. Jelasin yang lengkap dong!

Jadi gini, setelah berbulan-bulan lamanya kita berada dalam pusaran pilpres, akhirnya sang panitia penyelenggara a.k.a Komisi Pemilihan Umum (read: KPU. Think of: Temen kamu di sekolah dulu yang suka ngurusin pemilihan ketua kelas, tapi instead of kelas, KPU ngurusin satu negara) mengumumkan bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin memimpin perolehan suara. Menanggapi pengumuman ini, tim oposisi Prabowo-Sandi yang dari awal udah tau bahwa suara mereka terpaut jauh di bawah lawannya menegaskan bahwa mereka ga menerima hasil itu, dan memilih untuk menggunakan people power tepat di tanggal 22 Mei sebagai bentuk protes.

And people power is…

Warga turun ke jalan untuk protes hasil pemilu

Now I got it. Terus Hubungannya sama bunga, eh, tim Mawar apa?

Pada tanggal 22 Mei itu, aksi warga turun ke jalan beneran kejadian. Awalnya suasana berjalan kondusif, namun menjelang malam, suasana di depan Sarinah-Bawaslu jadi makin mencekam karena adanya sekelompok massa yang bentrok dengan polisi. Yang nyeremin, massa ini membawa alat-alat berbahaya, kayak senapan, bom molotov sampai panah beracun. Korban meninggal pun mencapai sembilan orang. Hampir sebulan kejadian ini berlalu, Senin kemarin Majalah Tempo menerbitkan tulisan yang menyebut soal dugaan keterlibatan Tim Mawar dalam kerusuhan ini.

Ternyata bener terlibat gak?

Menurut pemerintah sih enggak. Dan kayak Adele yang harus bisa move on dari mantannya, kata Menteri Pertahanan, kita juga harus move on dari urusan tim Mawar karena tim itu udah ga ada lagi sekarang. Fair enough.

 


Di Pekalongan atau di Turki? Kita ga tau bedanya…

Sebagai bagian dari perayaan Idulfitri, Pemerintah Kota Pekalongan di Jawa Tengah pada Rabu kemarin ngadain festival menerbangkan balon berukuran besar dengan nama Java Traditional Baloon Festival.

Acaranya emang unik, tapi kenapa gue harus tau soal ini? 

Karena festival ini diadain dengan beberapa tujuan positif. Selain untuk promosiin wisata Pekalongan, festival ini juga bertujuan untuk ngasih pendidikan ke masyarakat kalo nerbangin balon gede sembarangan itu bisa berbahaya buat pesawat yang kebetulan lagi lewat.

Alasan yang kedua, maksudnya gimana?

Jadi, warga Pekalongan punya tradisi unik untuk ngelepasin balon ke udara tiap habis lebaran. Nah, hal ini tentunya bisa membahayakan lalu lintas pesawat yang kebetulan lewat di atas langit Pekalongan. Untuk ngingetin warganya biar ga sembarangan lepasin balon lagi, Pemkot Pekalongan berinisiatif untuk ngadain festival ini. Biar peredaran balonnya lebih teregulasi, begitu katanya.

Kok bisa bahaya? Inikan balon, bukan tagihan kartu kredit bulanan..

Kalau menurut curhatan TNI AU di Twitter sih, ya se-bahaya itu..


Ada kabar gembira dari Australia!

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia yang wajahnya sering kita liat di iklan KPR itu (read: Jonatan Christie) berhasil membawa pulang gelar juara Australia Terbuka setelah berhasil mengalahkan lawannya yang sama-sama dari Indonesia, siapa lagi kalo bukan Anthony Ginting!

Jadi ini All-Indonesian final?

Yes. Jojo dan Anthony masuk final setelah keduanya ngalahin pemain asal Taiwan di babak semifinal. Dengan hasil ini, ranking Jojo berada di peringkat nomor 7 dunia, sekaligus nomor satu di Indonesia.

Kapan lagi kita bisa liat aksi Jojo? 

Bulan depan, di Indonesia Open yang bakal berlangsung dari 16-21 Juli. Get your rackets on! 


Siapa yang baru aja dapet oleh-oleh mudik?

Anies Baswedan.

Gubernur DKI Jakarta ini baru aja menerima oleh-oleh cemilan kayak keripik, rengginang hingga opak dari peserta mudik gratis yang baru aja balik lagi ke Jakarta. Oleh-oleh ini juga merupakan tanda terima kasih karena Pemprov DKI udah mengadakan acara mudik gratis buat 17 ribuan peserta, yang dilaksanakan pertama kalinya oleh Pemprov DKI. Nah, kalau tahun depan kamu mau ikutan mudik gratis juga, pastikan KTP-mu asal DKI, ya!