Pabrik Korek Api, Air Jordan Indomie, Sidang Gugatan Pilpres, Air Canada

67

Yesterday was intense, but I heard some news about *another* trial, *another* action..


Apa yang harus kamu tau soal kebakaran pabrik korek api di Langkat?

Background
Pada Jumat minggu lalu, sebuah pabrik korek api di Langkat, Sumatra Utara terbakar hingga menewaskan 30 orang korban jiwa. Penyebabnya adalah tabung mancis yang pecah sehingga menyebabkan api cepat menyebar dan membakar hampir seluruh gedung. Pada saat kejadian, pintu masuk gedung dikunci dari luar oleh pemilik pabrik, hingga satu-satunya akses menyelamatkan diri adalah pintu keluar yang terletak di belakang bangunan, sedangkan api berasal dari belakang bangunan juga. Karena tidak ada akses menyelamatkan diri, ketigapuluh korban tewas mengenaskan.

Korbannya siapa aja?
Mayoritas karyawan di pabrik itu, yang terdiri dari perempuan dan anak-anak. Selain itu, enam dari korban tewas adalah anak di bawah umur 10 tahun yang ikut dibawa oleh orang tuanya bekerja. Seluruh korban ini sudah berhasil diidentifikasi

Apa hasil penyelidikan polisi sejauh ini?
Polisi udah menangkap pemilik pabrik korek di sebuah hotel saat berusaha melarikan diri. Dari hasil penyelidikan polisi ditemukan juga bahwa pintu depan pabrik selalu dikunci sebagai upaya pemilik mengelabui petugas untuk menghindari berbagai kewajiban seperti pajak, Jamsostek, perizinan sampe gaji pekerja yang di bawah UMR. Selain itu, pabrik korek ini juga beroperasi tanpa izin.

Emang gaji para pegawai itu berapa?
500 ribu sampai 700 ribu perbulan.


Now on a happier note, please welcome this year’s “wildest collaboration”

Kalau kamu pecinta Indomie goreng (who doesn’t?) kamu pastinya udah tau soal Sepatu Nike Air Jordan 1 custom yang rame banget jadi pembahasan di internet. Sepatu itu dibuat oleh Jonas Gustana yang merupakan lulusan Nanyang Academic Fine Arts (NAFA), Singapura. Sejauh ini, sepatu itu udah terpesan sebanyak 20 pasang dengan harga Rp 3,3 juta per pasangnya.

Nah, awal mulanya, Air Jordan Indomie yang “nyentrik” ini didesain oleh seorang illustrator asal Cirebon, @arifwhy. Setelah menjadi viral di media sosial, desain tersebut kemudian direalisasikan secara nyata oleh Jonas yang memang pembuat sneakers custom. Rencananya, sneakers Indomie ini juga akan ditampilkann di Indonesia Comic Con 2019, pada 12-13 Oktober mendatang.


27 Juni, jangan lupa nonton TV!

Kira-kira begitu imbauan dari Komisi Pemilihan Umum alias KPU kita.

Why the 27th?

Karena pada tanggal 27 Juni, Mahkamah Konstitusi akan menggelar sidang putusan atas gugatan Pilpres yang diajukan oleh #TeamPrabowoSandi.

Meaning…
Di hari itu MK akan memutuskan apakah gugatan dari kubu #TeamPrabowoSandi ditolak, diterima atau diterima sebagian.

Ingetin gue lagi soal gugatannya dong.
#TeamPrabowoSandi dalam permohonannya meminta MK mendiskualifikasi #TeamJokowiMaruf dan menetapkan pihaknya sebagai pemenang Pilpres 2019.
Sedangkan KPU sebagai pihak termohon dan #TeamJokowiMaruf sebagai pihak terkait meminta MK menolak seluruh permohonan #TeamPrabowoSandi.

Terus, apa hubungannya dengan nonton TV?
Biar ga ada prasangka buruk aja sih. Selain itu, biar kita juga tau fakta soal Pilpres 2019 yang sebenarnya. Lebih jauh, KPU juga menyarankan kita untuk nobar alias nonton bareng. Nonton bareng sidang? We’re probably down! 

Bakal ada aksi gak pas tanggal 27 Juni? (I’m anticipating another day off…)
Menurut juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 sih bakalan ada, dengan agenda untuk menegakkan keadilan sekalian halal bihalal. PA 212 juga memastikan bahwa aksinya akan berlangsung damai, seperti yang sudah-sudah.

Terus kata polisi?
Polisi udah menyiapkan 47 ribu aparat untuk mengamankan Jakarta di sejumlah titik dan untuk memastikan situasi terus kondusif saat pembacaan putusan MK dilakukan. Selain itu, polisi juga melarang adanya aksi selama proses sidang sengketa Pilpres di sekitar gedung MK.

Got it.


Who’s been left cold in the dark cabin?


Seorang penumpang pesawat Air Canada.

Jadi ceritanya, ada seorang perempuan bernama Tiffany Adams yang naik maskapai Air Canada untuk pergi ke Toronto dari Quebec. Dalam perjalanan, Tiffany tertidur pulas dan pas dia bangun, dia tinggal seorang diri di dalam pesawat dalam keadaan mesin mati dan kondisi pencahayaan yang gelap. Ternyata, dia udah ketiduran dalam posisi itu selama 2 jam sejak pesawat mendarat.

Adams akhirnya berhasil keluar setelah mencoba mengirimkan sinyal SOS melalui jendela pesawat menggunakan senter yang dia temukan di kokpit. Seorang petugas operator bagasi melihatnya dan langsung membuka pintu pesawat untuk membantunya keluar.

Terus apa kata Maskapai Air Canada?
Air Canada mengakui kalo hal itu emang terjadi dan mereka masih menyelidiki kasus ini, karenanya, pihak maskapai belum boleh komentar. Tapi yang pasti, menurut ahli penerbangan, kasusnya Tiffany ini merupakan kasus satu banding sejuta, yang hampir ga pernah terjadi.